Nara sumber : H.Saleh
Nyongkolan adalah sebuah kegiatan adat yang menyertai rangkaian acara dalam proses perkawinan pada suku sasak. Nyongkolan dilakukan apabila kedua belah pihak yakni pihak laki-laki dan pihak perempuan setuju untuk disongkol.Sedangkan dalam acara nyongkolan dilakukan pada saat siang hari sampai sore hari dan nyongkolan dilaksanakan setelah proses akad nikah.
Adapun mempelai laki-laki dan perempuan sebelum berangkat nyongkolan,kedua mempelai dihias dulu atau dalam istilah sasak disebit “tepayas” dan menggunakan baju kebayak atau baju adat sasak.Sedangkan arak-arakan,iring-iringan,atau disebut barisan pengantin memposisikan orang tua pada barisan depan.Barisan pertama para tetua atau orang tua dari pengantin pria sambil membawa dulang penyongkol.Dimana dulang penyongkol berisi nasi,lauk,jajan,dan buah. Di belakang para tetua ada barisan yang membawa jejurakan dimana jejurakan berisi jajanan basah,setelah itu baru pengantin perempuan dan iringan atau disebut “pengabeh”,lalu dibelakangnya pengantin laki-laki dan iringannya,salah satu dari iringan pengantin laki-laki dan perempuan membawa paying nyongkol.Kemudian dibelakang disusul ole hiring-iringan music,biasanya music tawaq-tawaq,gendang beleq,dan ale-ale. Paling belakang barisan pengantin diiringi oelh orang-orang yang menyaksikan acara nyongkolan tersebut.
Sebelum pengantin tiba didepan gerbang rumah mempelay perempuan di adakanlah isilah “bertembayun” dimana bertembayun ini seperti berbalas pantun, dan apabila dari dua belah pihak tersebut ada yang kalah maka harus mmbayar denda.Setelah itu baru arak-arakan nyongkolan memasuki rumah mempelai perempuan, lalu psangan pengantin mengelilingi rumah sebanyak tiga kali dan ini dipercaya supaya seorang stri nurut terhadap suaminya,susah senang bersama,dan awet pernikahannya.
Setelah prosesi itu selesai, kedua mempelai bersalaman kepada orang tua mempelai perempuan dan seluruh keluarga yang ada disana setelah itu baru kedua mempelai kembali kerumah mempelai laki-laki. Nyongkolan pun selesai.
Kembangkan fi🖒
BalasHapusBagus vi
BalasHapussupeeeer sekali
BalasHapusBerfaedah sekali
BalasHapusIni seperti mahakarya Fi
BalasHapusterbaiik...
BalasHapusMantap ukhti
BalasHapusMantap ukhti
BalasHapusperlu disosialisasikan ukhti...
BalasHapusKembangkan
BalasHapusKembangkan
BalasHapusSemanget. Trus berkarya
BalasHapusOkk...siapp mkciii
HapusSangat bermanfaat
HapusMantap...
BalasHapusMANTAP.
BalasHapusGood post... Tinggal praktik nyongkolnya.... :)
BalasHapusSuper...
BalasHapusTradisi nyongkolan perlu tesosialisasian...
BalasHapusNyongkolan harus tetap menjadi tradisi, tetapi jangan sampai terkontaminasi...
BalasHapusBagus sekali...
BalasHapus